Arsenal FC

Sabtu, 10 November 2012

RESUME PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

DEFINISI: Suatu kegiatan untuk mempengaruhi individu atau kelompok baik maupun tidak baik yang mengakibatkan terjadinya perubahan sikap, perilaku serta kebiasaan terhadap indvidu maupun kelompok tersebut.

- Proses pengambilan keputusan tentu bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan atau diambil.
- Dalam pengambilan keputusan teknik yang terbaik adalah bermusyawarah, dengan bermusyawarah berbagai pendapat akan disatukan dan diambil yang terbaik.
- Menurut saya sendiri, peran pemimpin dalam hal ini sangat penting. Karena pengambilan keputusan harus benar-benar yang terbaik, agar tidak ada anggotanya dalam organisasi yang merasa keberatan dengan organisasi tersebut.

RESUME TEORI ORGANISASI

DEFINISI ORGANISASI MENURUT STONER.

Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

- Pada dasarnya, manusia itu mahluk sosial, sehingga organisasi sebenarnya sangat diperlukan.
- Dengan adanya organisasi, menjadi wadah kumpul setiap individu untuk mencapai tujuan yang sama.
- Definisi organisasi bagi setiap orang tentu akan berbeda,
- Tujuan setiap organisasi tentu berbeda.

RESUME KONFLIK DALAM ORGANISASI

Teori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula. Teori konflik juga mengatakan bahwa konflik itu perlu agar terciptanya perubahan sosial. teori konflik melihat perubahan sosial disebabkan karena adanya konflik-konflik kepentingan. Namun pada suatu titik tertentu, masyarakat mampu mencapai sebuah kesepakatan bersama. Di dalam konflik, selalu ada negosiasi-negosiasi yang dilakukan sehingga terciptalah suatu konsensus.

Point penting yang bisa saya ambil dari sesi presentasi ini.

- Pada dasarnya konflik pasti akan terjadi, karena manusia tidak memiliki keteraturan, dan setiap manusia pasti memiliki pendapat yang berbeda dalam berorganisasi.
- Menurut Ibu Ira, konflik tidak ada positifnya. kenapa? karena konflik itu sebuah masalah, setiap orang tentunya tidak ingin bermasalah.

Rabu, 17 Oktober 2012

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI




MATA KULIAH        : TEORI ORGANISASI UMUM
NAMA DOSEN          : IRA PHAJAR LESTARI

DISUSUN OLEH :
2KA20

1.      Assyifa FathurRohim (11111265)
2.      Dede Kurniawan (11111794)
3.      Fikhram Erlangga (12111857
4.      Leo Putra Adi Iriantoro (14111080)
5.      Muhammad Sianada Lwipang (14111981)
6.      Oscar Noris Edyson (18111569)
7.      Reza Rivandi (16111061)
8.      T. Gangga Laksamana (17111014)


SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
OKTOBER 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Perubahan dan Perkembangan Organisasi”
Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita semua. AMIN.


Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................. i
DAFRAR ISI........................................................................................... ii
PENDAHULUAN...................................................................................
I.     Latar Belakang............................................................................ 1
II.  Rumusan Masalah....................................................................... 1
PEMBAHASAN......................................................................................
1.      Faktor – Faktor Pengembangan Organisasi............................... 2
2.      Proses Perubahan....................................................................... 3
3.      Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi........................................ 5
4.      Metode Pengembangan Orgnisasi.............................................. 6
CONTOH KASUS.................................................................................. 7
PENUTUP...............................................................................................
I.         Penutup..................................................................................... 11
II.      Saran......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 12















PENDAHULUAN

I.          Latar Belakang 
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.
Pengembangan organisasi pada dasarnya berbeda dengan berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri. 

II.      Rumusan Masalah
1.      Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2.      Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3.      Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
4.      Bagaimana metode pengembangan pada organisasi?



PEMBAHASAN

1.             Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
          Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
          Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.
          Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
a.              Faktor Ekstern
          Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
b.             Faktor Intern
          Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota
- Problem dalam proses kerja sama
- Problem keuangan
          Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
          Dari perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.

2.             Proses Perubahan
          Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
          Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :



a.             Mengadakan Pengkajian :
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.

b.             Mengadakan Identifikasi
   Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

c.              Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

d.             Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

e.              Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

3.             Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi
          Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.           Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
2.           Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
3.           Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4.           Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5.           Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
6.           Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

4.             Metode Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1.             Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.
Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.

2.             Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.


















         
CONTOH KASUS

Kemendag Menuju Kawasan Bebas Korupsi

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (ZI-WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Perdagangan hari ini, Selasa (9/10/2012), di kantor Kementerian Perdagangan.

Pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi ini merupakan momentum yang tepat untuk menegaskan bahwa pimpinan dan seluruh pegawai Kementerian Perdagangan berkomitmen mewujudkan Kemendag yang berintegrasi dan bebas dari korupsi. Demikian ditegaskan oleh Mendag.

Deklarasi ZI-WBK diperkuat dengan penandatanganan nota pencanangan oleh Mendag Gita Wirjawan disaksikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB), Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Wakil Ketua Ombudsman, Ketua Forum Bersama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (Forbes APIP), Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Perdagangan.

Mendag menjelaskan, pencanangan ini merupakan bentuk implementasi dari pelaksanaan Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014, terutama yang terkait dengan prioritas pembangunan reformasi birokrasi yang bertujuan untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, akuntabel dan melayani.

Pencanangan ini juga terkait dengan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan kor upsi jangka menengah tahun 2012-2014. Lebih lanjut, Mendag menyampaikan bahwa dalam rangka meraih predikat wilayah bebas dari korupsi, Kemendag telah melaksanakan berbagai upaya nyata melalui program Wilayah Tertib Administrasi (WTA), yaitu mewajibkan kepada setiap unit Eselon II di lingkungan Kemendag untuk melaksanakan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dan mengelola sumber daya manusia (SDM) & tata laksana (reformasi birokrasi) sesuai dengan petunjuk Kementerian PAN dan RB, mengelola keuangan dan barang milik negara (BMN) sesuai dengan sistem akuntansi pemerintah (SAP), menyelenggarakan penilaian inisiatif anti.











PENUTUP

i.                   KESIMPULAN
Pada hakikatnya perubahan terkadang perlu terjadi didalam kehidupan berorganisasi. Perubahan perlu dilakukan dengan tujuan agar organisasi tersebut dapat berkembang lebih baik.
Dengan pengalaman yang dimiliki oleh suatu organisasi, mereka dapat menentukan tujuan – tujuan yang ingin dicapai ketika perubahan pada orgnasasi tersebut dilakukan.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.
Oleh karena itu dibutuhkan perkembangan organisasi untuk mempertahankan kehidupan organisasi dalam menghadapi persaingan dan organisasi masa depan yang tidak terlalu mementingkan eksistensi sebuah organisasi.

ii.                   SARAN
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.








DAFTAR PUSTAKA

² http://rinandarizki.blogspot.com/2012/01/faktor-perubahan-dan-ciri-perkembangan.html (5 Oktober 2012)
² http://raitosun.blogspot.com/2011/10/faktor-faktor-perubahan-dan.html (5 Oktober 2012)
² http://earthlovesun.blogspot.com/2011/12/ciri-ciri-pengembangan-organisasi-dan.html (5 Oktober 2012)
² http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/05/faktor-faktor-penyebab-perubahan.html (5 Oktober 2012)
² http://ediwibowo88.blogspot.com/2010/05/pendahuluan-1.html (5 Oktober 2012)
² http://silviaardianasemail.blogspot.com/2011/07/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html (5 Oktober 2012)
² http://www.scribd.com/doc/86179003/organisasi (5 Oktober 2012)
² http://azenismail.wordpress.com/2010/11/15/bab-12-perubahan-dan-perkembangan-organisasi/ (7 Oktober 2012)
² http://raitosun.blogspot.com/2011/10/proses-perubahan-organisasi.html (7 Oktober 2012)
² http://kamaria-akis.blogspot.com/2012/06/39-proses-perubahan-organisasi.html (7 Oktober 2012)
² http://fauziah-youngentrepreneur.blogspot.com/2011/09/perubahan-organisasi.html (7 Oktober 2012)


Kamis, 16 Agustus 2012

ARSENAL TILL I DIE

Waktu gue masih SD kelas 1, gue lagi asik - asiknya main PS 1 winning eleven. Dan dari situ gue suka sama satu pemain yang oke banget tendangannya, Gabriel Omar Batistuta!
Dari main PS itu, sampe ke realnya gue jadi ngeidolain sang pemain. Dan secara ga langsung gue fans Roma, Batistuta menjadi pemain pertama yang gue idolain. Sampe akhirnya dia pensiun, dan yak karena masih bocah banget dulu, akhirnya gue cari tim lain yang enak di PS 1.

Banyak tim yang mantep banget di PS 1, seperti Milan dengan Shevanya, atau Madrid dengan Roberto Carlos yang tendangannya maut banget. Tapi entah kenapa gue tertarik sama speednya Henry di Arsenal, enak banget pas drible bolanya dan enak banget buat bikin gol. Dari situ akhirnya sama seperti Batistuta gue mulai suka sama Henry sampe ke realnya. Dulu inget banget TV 7 yang nayangin liga inggris, gue pun seneng lihat Arsenal main. Yak walau emang ga semua match gue ikutin, karena masih bocah dan belum begitu tertarik banget sama yang namanya nonton bola.

Berbeda dengan Batistuta, Henry saat itu masih cukup muda. Sehingga dia belum pensiun dan gue tidak gonta - ganti idola. Sampe akhirnya gue bener bener kepincut sama Arsenal secara tim dan mulai asik nikmatin tontonan sepak bola. tahun demi tahun gue tetep suka Arsenal karena awalnya yak The King Henry. Tahun 2003/2004 jadi puncak kejayaan Arsenal waktu itu, juara liga tanpa terkalahkan. Tapi bukan itu alesan gue suka Arsenal, gue suka karena Henry!!

Oiya, gue juga suka sama Timnas Prancis sampe sekarang karena Henry. Semenjak Viera pergi dari Arsenal, dari situ mulai eksodus pemain bintang yang hampir tiap musim pergi. Sejak Viera pergi juga Arsenal mulai menyelipkan pemain - pemain muda, Cesc salah satunya waktu itu.
Emm ini gue cerita ga jelas alur ceritanya ya -__-

Emm, pokoknya makin lama gue makin cinta sama Arsenal. Biarpun tiap musim harus kehilangan bintang yang berkhianat, ga ngaruh buat gue. Sebenernya bukan pemain juga yang salah, tapi emang Arsenal sulit bersaing sama tim lain dalam hal finansial, biarpun Arsenal masuk dalam 5 besar klub terkaya Arsenal beda sama tim lainnya, seperti Madrid, Chelsea, MU, atau klub - klub karbitan macem Man City atau yang terbaru P$G. Manajemen Arsenal terbilang pelit buat kepentingan klub, baik itu buat beli pemain baru atau menggaji sang pemain. Ini yang buat bintang - bintang Arsenal pergi, mereka merasa kurang dihargai klub.

Memang pemain - pemain yang keluar selalu bilang karena trohpy, yak mereka ingin trophy yang sudah lama ga didapat semenjak pindah markas ke Emirates. Tapi di zaman sepak bola modern kayak sekarang ini, uang lebih banyak bercicara. Kalau dulu cuma Madrid klub yang loyal banget buat belanja pemain, sekarang banyak sekali yang bisa kayak gitu. Dengan finansial klub yang oke, banyak pemain yang tertarik buat bergabung, dan banyak pula pemain yang menganggap itu sebagai ambisi besar untuk menggapai prestasi. Sehingga pemain bintang sekalipun ga akan pikir panjang buat hijrah.

Yang jadi permasalahan puasa gelar Arsenal karena yak itu, tiap musim pemain kunci pindah ke klub - klub yang mereka anggap punya ambisi tentu dengan gaji yang akan jauh lebih besar ketimbang di Arsenal. Arsenal juga bisa dibilang salah satu klub yang sering dirugikan sama keputusan wasit, dan Arsenal juga adalah tim yang hebat mengorbitkan pemain - pemain yang dari bukan siapa - siapa menjadi bintang dunia. "We don't buy a stars, we make them!" menurut gue itu cuma kata - kata buat menghibur diri menutupi rasa kecewa melihat pemain - pemain kesayangannya pergi satu persatu.

Dirugikan wasit bukanlah alasan atau sukses menjual pemain muda yang menjadi bintang besar bukanlah sebuah prestasi. Karena yang orang lihat hanyalah hasil akhir (gelar juara), jadi biarpun Arsenal sering dirugikan wasit atau sukses mengorbitkan pemain, orang tidak akan melihatnya. Sekali lagi yang dilihat hanyalah "Gelar Juara" dengan cara apapun itu didapat.

Menjadi Gooner terbilang luar biasa dan tidak mudah! Karena dari gue SD-SMP-SMA-KULIAH sekarang hampir ga pernah ketemu sesama Gooner yang satu kelas sama gue. Kebanyakan dari mereka adalah Fans MU dan Milan. Setiap musim kehilangan bintang, harus kecewa belum lagi ejekan dari orang-orang.

Musim lalu menjadi salah satu kehilangan terbesar Arsenal, harus kehilangan Cesc Fabregas kunci lini tengah, kapten, dan di usia emasnya!! Belum lagi Samir Nasri dan Gael Clichy. Dan di awal musim Arsenal bisa dibilang ancur. Dipermalukan MU Arsenal berbenah belanja pemain baru, dan terbukti Mereka finish diperingkat ke 3 lewat kegemilangan Alex Song yang 66% Assistnya dan 32 goal Van Persie.

Van Persie baru pertama kalinya bisa bermain satu musim penuh, karena dia biasanya cuma bisa setengah musim gara - gara rentan cidera. Dan sekarang, dua aktor utama itu harus pergi. Gue kembali kecewa, sama seperti musim kemarin cuma bedanya sekarang Arsenal lebih siap karena sudah merekrut 3 pemain bintang.

Sebagai fans tentu kecewa, mau sehebat apapun dia, mau jasa apapun yang dia kasih kalo dikhianati semua orang tidak akan memikirkan itu lagi. Wajar kalo sekarang banyak yang mendoakan RVP jadi rentan cidera lagi, atau menjelek - jelekan hal lainnya. Karena pemain yang sangat dicintai harus berkhianat. Berbeda jika pemain yang keluar adalah pemain yang fans tidak begitu mencintainya.

Sama seperti gue yang juga kecewa, gue lebih benci terhadap klub yang membelinya ketimbang sang pemain. Itu alasan gue benci Barca, City dan terbaru MU. Karena gue menganggap mereka menghancurkan harapan kami. Terutama Barca, banyak pemain yang dibajaknya, Henry jadi awal kebencian gue terhadap klub itu, Hleb, dan Cesc pun juga pergi kesana, dan mungkin Alex Song menyusul.

Jadi jangan heran kalau saya kurang suka sama klub itu terutama Barca yang sering menghancurkan Arsenal secara tidak langsung, memang bukan salah barca juga, tapi seringnya mereka mengambil pemain kunci itu alesan utamanya. gue juga kurang suka sama pemain barca yang selalu bercicara di media soal pemain incaran mereka di Arsenal! Jadi jangan heran, karena saya lebih dulu benci terhadap klub kalian yang baru kalian sukai mungkin satu - dua tahun ini. Tapi gue juga minta maaf kalo ada yang merasa tersinggung terhadap sikap gue yang terlihat menjelek - jelekan tim Favorite anda :)

Apapun yang terjadi gue berharap Arsenal tetap mampu meraih prestasi tinggi, karena Wenger memang pelatih hebat. Seperti apapun keadaan timnya dia mampu membawa Arsenal menjadi Big 4. Semoga manajemen Arsenal yang pelit itu cepet mundur, berita keburukan manajemen Arsenal : http://www.goal.com/id-ID/news/1108/sepakbola-inggris/2012/08/07/3292066/alisher-usmanov-sesalkan-faktor-politik-di-arsenal

"The Players May Come and Go, But The Fans Never Will" #VCC