Arsenal FC

Selasa, 07 Mei 2013

Manajemen Memori, Pengalokasian Berurutan



1.        PENGALOKASIAN BERURUTAN
Pada Multiprogramming memori utama harus mengalokasikan tempat untuk sistem operasi dan beberapa user proses. Memori harus mengakomodasi baik OS dan proses user Memori dibagi menjadi 2 partisi :
      Untuk OS yang resident
      Untuk Proses User
Ø  Ada 2 tipe Contiguos Allocation :
      Single Partition (Partisi Tunggal)
      Multiple Partition (Partisi Banyak)
Ø  Single Partition (Partisi Tunggal)
      Pada skema ini, diasumsikan OS ditempatkan di memori rendah, dan proses user dieksekusi di memori tinggi
      Proteksi dapat dilakukan dengan dengan menggunakan register relokasi dan register limit
      Register relokasi à berisi nilai dari alamat fisik terkecil
      Register Limit à berisi jangkauan alamat logika
      Alamat logika harus lebih kecil dari register limit

Ø  Multiple Partition (Partisi Banyak)
      Ruang kosong à blok memori yang tersedia, ruang kosong dengan berbagai ukuran tersebar pada memori
      Proses akan dialokasikan memori pada ruang kosong yang cukup besar untuk ditempatinya
      OS akan mengelola informasi mengenai :
      Partisi yang dialokasikan
      Partisi bebas (ruang kosong)
      Contoh multiple allocation

1.1.            MULTIPROGRAMMING DENGAN PARTISI STATIS
Terdapat beberapa alasan kenapa multiprogramming digunakan, yaitu :

a. Mempermudah pemogram.
Pemogram dapat memecah program menjadi dua proses atau lebih.
b. Agar dapat memberi layanan interaktif ke beberapa orang secara simultan.Untuk itu diperlukan kemampuan mempunyai lebih dari satu proses dimemori agar memperoleh kinerja yang baik.
c. Efisiensi penggunaan sumber daya.
Bila pada multiprogramming maka proses tersebut diblocked (hanya DMA yang bekerja) dan proses lain mendapat jatah waktu pemroses, maka DMA dapat meningkatkan efisiensi sistem.
d. Eksekusi lebih murah jika proses besar dipecah menjadi beberapa proses kecil.
e. Dapat mengerjakan sejumlah job secara simultan.

Multiprogramming dapat dilakukan dengan pemartisian statis, yaitu memori dibagi menjadi beberapa sejumlah partisi tetap. Pada partisi-partisi tersebut proses-proses ditempatkan. Pemartisian statis berdasarkan ukuran partisi-partisinya terbagi dua, yaitu
:
1. Pemartisian menjadi partisi-partisi berukuran sama, yaitu ukuran semua partisi memori adalah sama.

2. Pemartisian menjadi partisi-partisi berukuran berbeda, yaitu ukuran semua partisi memori adalah berbeda.

1.2.            MULTIPROGRAMMING DENGAN PARTISI DINAMIS
Pemartisian statis tidak menarik karena terlalu banyak diboroskan proses-proses yang lebih kecil dibanding partisi yang ditempatinya. Dengan pemartisian dinamis maka jumlah, lokasi dan ukuran proses di memori dapat beragam sepanjang waktu secara dinamis. Proses yang akan masuk ke memori segera dibuatkan paritisi untuknya sesuai kebutuhannya. Teknik ini meningkatkan utilitasi memori.
·         Kelemahan pemartisian dinamis adalah :
a. Dapat terjadi lubang-lubang kecil memori di antara partisi-partisi yang dipakai.
b. Merumitkan alokasi dan dealokasi memori

1.3.            SISTEM BUDDY
Sistem buddy merupakan cara mengelola memori utama dengan memanfaatkan kelebihan penggunaan bilangan biner. Jika suatu proses berukuran 35 Kbyte, maka proses tersebut akan di tempatkan pada lubang 64 Kbyte, dan akan menyisakan 29 Kbyte. Hal ini sering disebut dengan istilah internal fragmentation, sebab sisi memori yang terbuang tersebut berasal dari segmen internalnya sendiri. Namun, dengan memakai sistem buddy ini, dealokasi proses dapat dilakukan dengan cepat.

Untuk Materi Selanjutnya silahkan lihat di http://rizchacr.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar